Warga RT 003 RW 001 Kapuk Muara Kompak Gotong Royong Salurkan Genangan Air Sebagai Bentuk Jiwa Pancasila
Jakarta | Elindonews.my.id
Di tengah carut marutnya kondisi cuaca yang semakin tidak menentu,semangat gotong royong justru bersinar terang di jantung Ibu Kota. Warga RT 003 RW 001, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur Pancasila masih hidup dan menjadi senjata ampuh menghadapi berbagai persoalan, terutama masalah genangan air yang telah lama menjadi ‘langganan’.
Kawasan Kapuk Muara, yang terletak di dekat pesisir, menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, cuaca ekstrem dengan hujan lebat yang singkat namun intens kerap melanda. Di sisi lain, fenomena pasang surut air laut semakin memperparah kondisi drainase yang sudah lemah. Kombinasi mematikan ini mengubah beberapa titik di wilayah tersebut menjadi kubangan air yang sulit surut, mengganggu aktivitas dan berpotensi menjadi sarang penyakit.
Menyadari bahwa mereka tidak bisa hanya berpangku tangan menunggu bantuan,para tokoh masyarakat di RT 003 RW 001 mengambil inisiatif. Dipelopori oleh para tokoh masyarakat, mereka menggalang aksi bersih-bersih dan normalisasi saluran air secara swadaya. Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan sebuah gerakan kepatriotan untuk mempertahankan kenyamanan dan kesehatan lingkungan mereka sendiri.
Gelorakan Semangat Pancasila, Cintai Alam Dan Warisan Leluhur
“Kami sadar betul, sila ketiga, ‘Persatuan Indonesia’, dan sila kelima, ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’, harus kita wujudkan dari lingkungan terkecil. Jika kami tidak mulai dari diri sendiri dan RT kami, lalu siapa lagi?” ujar Bpk. Siman, Tokoh masyarakat RT 003, dengan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa gotong royong adalah warisan nenek moyang yang sejalan dengan Pancasila, cintai alam dan rawat untuk kelangsungan hidup manusia.
Aksi konkret mereka terlihat jelas setiap akhir pekan.Puluhan warga turun dengan membawa cangkul, sekop, dan peralatan lainnya. Mereka membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, mengeruk lumpur yang telah mengendap, dan memastikan aliran air dari permukiman menuju sungai utama berjalan lancar. Semua dilakukan dengan sukarela, penuh canda, dan semangat kebersamaan yang kental.
Namun, di balik semangat membara warga, terselip keprihatinan mendalam. Permasalahan genangan air di Kapuk Muara bukanlah isu baru. Warga menilai, akar masalahnya terletak pada kurang maksimalnya peran pemerintah, khususnya dalam hal pengawasan dan evaluasi infrastruktur drainase. Pembangunan saluran air yang tidak terintegrasi dan minim perencanaan jangka panjang menjadi pangkal persoalan.
PERAN PEMERINTAH SANGAT DIHARAPKAN SINERGI DENGAN MASYARAKAT
“Kami seringkali merasa berjuang sendirian. Sistem drainase yang ada tidak memadai untuk menampung luapan air hujan dan air laut pasang. Yang lebih memprihatinkan, tidak ada evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang setelah proyek pembangunan selesai. Ketika masalah timbul, kami lagi-lagi yang harus bergerak pertama,” keluh Arifin, salah satu tokoh setempat.
Kurangnya pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur dan ketiadaan evaluasi berkala membuat solusi yang ada bersifat tambal sulam.Warga merasa upaya mereka bagai menegakkan benang basah; meski saluran telah dibersihkan, genangan tetap muncul karena sistem keseluruhan tidak berfungsi optimal. Hal ini menunjukkan adanya celah antara pembangunan fisik dan tanggung jawab pemeliharaannya.
Semangat patriotik warga RT 003 RW 001 Kapuk Muara ini patut menjadi contoh bagi wilayah lain.Mereka membuktikan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar teks, tetapi energi untuk bertindak. Namun, heroisme warga ini tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. Kolaborasi yang solid antara masyarakat dan pemerintah mutlak diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, kisah dari Kapuk Muara ini adalah sebuah pesan tegas: gotong royong adalah napas Pancasila yang mampu menggerakkan masyarakat. Namun, pemerintah harus hadir lebih dari sekadar wacana. Diperlukan pengawasan yang ketat, evaluasi yang komprehensif, dan perencanaan yang matang untuk mengatasi masalah genangan air secara fundamental.
Selain itu, Arifin juga berbarap kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah ke parit dan sungai.
Hanya dengan sinergi ini, cita-cita keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana terkandung dalam Pancasila, dapat benar-benar terwujud hingga ke tingkat akar rumput.
-Ridwan AP-






Tidak ada komentar:
Posting Komentar