MLH PD Muhammadiyah Perlu Dicermati Berbagai Pihak Di Medan


Hadriman Khair

Medan | Elindonews.my.id


Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Medan perlu dicermati berbagai pihak terutama stakeholder atau pemangku kepentingan yang ada di Kota Medan karena majelis Lingkungan Hidup lahir dari perjalanan yang dilalui oleh organisasi Muhammadiyah untuk menghadirkan kepedulian Muhammadiyah dalam mencermati kelangsungan hidup lingkungan sekitarnya.


Hal itu dikatakan Hadriman Khair, SP, MSc ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan Periode 2022 – 2027 kepada EGINDO.co Jum’at (27/10/2023) sehubungan dengan pada hari Sabtu 28 Oktober 2023 Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan Periode 2022 – 2027 akan dikukuhkan.


Dijelaskannya, pada Muktamar Muhammadiyah ke-44 Tahun 2000 di Jakarta, Muhammadiyah mendirikan Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LSPLH) dan menjadikan program lingkungan sebagai bagaian yang tidak terpisahkan dari program organisasi.

“Sesuai dengan kondisi saat itu pada Muktamar Muhammadiyah Ke-45 tahun 2005 diubah Namanya menjadi Lembaga Lingkungan Hidup (LLH). Pasca Muktamar Muhammadiyah ke-46 tahun 2010 di Yogyakarta Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) berubah nama Menjadi Majelis Lingkungan Hidup,” kata Hadriman Khair.

Perubahan dari Lembaga menjadi Majelis dianggap penting karena Majelis meliliki jangkauan yang lebih luas dibanding Lembaga. Mejelis merupakan unsur pembantu pimpinan yang menjalankan sebagian tugas pokok Muhammadiyah. Majelis sendiri dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang pada tingkat masing-masing sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan Lembaga adalah unsur pembantu pimpinan yang menjalankan sebagian tugas pendukung Muhammadiyah. Peneguhan Lembaga Lingkungan Hidup menjadi Majelis Lingkungan Hidup bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang mengetahui, memahami dan mampu mengembangkan kehidupan yang seimbang dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarnya.

Ditambahkannya, periodesasi setiap 5 tahun menjadikan majelis harus memiliki program yang sinergis mulai dari pimpinan pusat sampai dengan pimpinan cabang. Namun, penguatan program lokal pada tiap tingkatan juga dimungkinkan demi kemaslahatan lingkungan itu sendiri.

Menurut Hadriman Khair komposisi Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Kota Medan periode 2022 – 2027 diisi oleh sumber daya manusia yang mumpuni pada bidang masing-masing.

“Dimajelis ini berkumpul ahli hukum, pengacara profesional, wartawan senior pemerhati lingkungan, sosial dan budaya, akademisi yang fokus kepada energi yang terbaharukan, pegiat lingkungan yang fokus ke pesisir pantai dan Kawasan hilir sungai, pegiat lingkungan yang fokus pada pertanian, pengelolaan sampah dan hutan kota, pegiat lingkungan yang fokus pada halal food dan bergabung pada halal centre, pegiat lingkungan yang fokus kepada Pendidikan, pegiat lingkungan wanita yang fokus kepada Pendidikan dan gender serta pegiat lingkungan yang fokus pada pengelolaan air dan tanah mulai dari Daerah Aliran Sungai di Hulu sampai ke hilir,” kata Hadriman Khair menjelaskan.

Menurutnya adanya sumber daya manusia yang mumpuni diharapkan sinergitas yang tinggi dalam program yang akan diemban dan dilaksanakan. Diharapkan Lingkungan yang menjadi sorotan kajian dan aksi dari Majelis adalah lingkungan hidup biologis dan lingkungan sosial kemasyarakatan.

Adapun komposisi Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan periode 2022 – 2027 yang akan dikukuhkan. Ketua: Hadriman Khair, SP, MSc. Wakil ketua: Juliandi, SH, MH. Wakil ketua: Ir. Fadmin. Sekretaris: Muharnif M, ST, MSc. Wakil sekretaris: Rachman S.Sos. Bendahara: Hardiansyah Sinaga, SP, MAgr. Wakil bendahara: Harzen Arrazie Kurniawan SP, MP dengan anggota Suheri SPd dan Hasnil Aflah SSos, MIKom.@

E_01/Rel/EGINDO.co




Tidak ada komentar:

Posting Komentar