Medan | Elindonews.my.id
Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut, Asim Saputra menjelaskan, Ekonomi Sumatera Utara triwulan II -2026 terhadap triwulan II-2025 tumbuh sebesar 5,06 persen (y-on-y).
Perekonomian Sumatera Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II-2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 341,05 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 173,02 triliun.
Ekonomi Sumatera Utara triwulan II-2026 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 3,04 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 12,32 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,82 persen.
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,43 persen.Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,17 persen.
Lebih lanjut dijelaskan, Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat ekonomi Sumut pada triwulan II-2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan (year on year/yoy), didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, konsumsi masyarakat, hingga sektor akomodasi dan makan minum.
Asim Saputra mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
"Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II-2026 mencapai 5,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan, yang menunjukkan daya tahan ekonomi daerah masih cukup baik," ujar Asim, 05/08/26.
Dari sisi lapangan usaha, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi yang tumbuh paling tinggi, yakni 17,43 persen. Sementara sektor-sektor utama penopang ekonomi Sumut juga mencatatkan pertumbuhan positif, yakni Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,06 persen, Konstruksi sebesar 6,78 persen, Industri Pengolahan sebesar 1,96 persen, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 1,10 persen.
Meski pertumbuhannya tidak tertinggi, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian Sumatera Utara dengan kontribusi 24,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Disusul sektor perdagangan sebesar 19,99 persen, industri pengolahan 18,19 persen, dan konstruksi 12,21 persen. Keempat sektor tersebut menyumbang 74,84 persen terhadap total perekonomian Sumut.
Secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), perekonomian Sumatera Utara juga tumbuh 3,04 persen dibandingkan triwulan I-2026. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang meningkat 12,32 persen, diikuti sektor pertanian yang tumbuh 5,55 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan triwulanan terutama ditopang oleh meningkatnya Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak 14,82 persen, seiring dengan realisasi realisasi belanja pemerintah. Selain itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 4,61 persen, konsumsi rumah tangga meningkat 2,88 persen, serta investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) naik 2,68 persen.
Asim menambahkan, struktur pengeluaran Sumut masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 50,54 persen, usulan ekspor barang dan jasa sebesar 41,24 persen, serta investasi sebesar 27,10 persen.
Secara kumulatif, perekonomian Sumatera Utara pada Semester I-2026 tumbuh 5,02 persen dibandingkan Semester I-2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh seluruh komponen pengeluaran, terutama konsumsi pemerintah yang meningkat 12,10 persen, konsumsi lembaga nirlaba yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 8,62 persen, konsumsi rumah tangga 5,07 persen, ekspor 5,03 persen, dan investasi 4,53 persen.
Dalam cakupan Pulau Sumatera, Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah dengan pangsa 23,37 persen, sedikit di atas Provinsi Riau yang menyumbang 23,33 persen. Namun dari sisi laju pertumbuhan ekonomi, Sumatera Utara berada di peringkat kelima di Pulau Sumatera dengan pertumbuhan 5,06 persen, di bawah Kepulauan Riau (6,99 persen), Lampung (5,29 persen), Sumatera Selatan (5,20 persen), dan Bengkulu (5,11 persen).
=red/r=





Tidak ada komentar:
Posting Komentar