Medan | Elindonews.my.id
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara mengawali rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 melalui program MaxRide Go Digital. Program ini menghadirkan tarif khusus perjalanan Bajaj MaxRide sebesar Rp81 per trip bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS, sebagai bagian dari semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program MaxRide Go Digital melibatkan sebanyak 100 pengemudi Bajaj MaxRide dan bersinergi dengan sejumlah perbankan, yakni Bank Mandiri, BRI, BTN, BSI, BCA, Bank Sumut, dan BNI, khususnya dalam mendukung proses onboarding QRIS bagi para pengemudi.
Program tersebut dibuka kemarin, oleh Wishnu Badrawani, Deputi Direktur KPwBI Provinsi Sumatera Utara, dan turut dihadiri Jun Purba selaku Manajer Business Development Bajaj MaxRide serta Arash selaku Koordinator Lapangan Bajaj MaxRide.
Selain mendorong penggunaan QRIS, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi para pengemudi. Materi yang diberikan mencakup QRIS, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, literasi keuangan digital, serta Pelindungan Konsumen PeKA (Peduli, Kenali dan Adukan).
Pertumbuhan penggunaan layanan perbankan dan keuangan digital menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap transaksi digital. Kemudahan, kecepatan, dan kepraktisan menjadi sejumlah faktor yang mendorong masyarakat menggunakan berbagai layanan pembayaran digital, termasuk QRIS dan dompet digital.
Didit Widiana, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan bahwa sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KPwBI Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong perluasan ekosistem keuangan digital yang inklusif, aman, dan terpercaya.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan penggunaan QRIS, tetapi juga pada penguatan literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan semakin mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
=red/r=






Tidak ada komentar:
Posting Komentar