KKSU 2026

KKSU 2026
Deli Park 16-26 juli 2026, ketuk gambar untuk melihat link karyakreatifsumut.co.id

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 5,75% pada Juli 2026, Perkuat Stabilitas Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi



Jakarta | Elindonews.my.id


Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.


Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global sekaligus memastikan inflasi tetap berada pada sasaran 2,5±1 persen pada 2026–2027.


Selain mempertahankan suku bunga acuan, BI juga memperluas berbagai kebijakan guna meningkatkan aliran investasi portofolio asing, memperkuat pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA), memperbaiki likuiditas perbankan, serta mengurangi segmentasi likuiditas di pasar keuangan.


Di sisi makroprudensial, Bank Indonesia memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas, termasuk UMKM, hilirisasi, pertanian, industri, konstruksi, dan ekonomi berkelanjutan


Dalam sistem pembayaran, BI terus memperluas digitalisasi melalui penguatan ekosistem QRIS, pengembangan kerja sama QRIS Antarnegara, serta peningkatan inovasi digital melalui PIDI Digdaya dan program pengembangan talenta digital.


Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen, didukung konsumsi domestik, percepatan belanja pemerintah, investasi, serta penguatan sektor riil.


Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berdampak pada pasar keuangan internasional, BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.


Sementara itu, transaksi ekonomi digital terus menunjukkan pertumbuhan kuat. Pada triwulan II 2026, volume transaksi digital tumbuh 36,88 persen (yoy), sedangkan transaksi QRIS melonjak hingga 100,12 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung semakin luasnya penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha.


Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

=red=




Tidak ada komentar:

Posting Komentar